Gaya Hidup

Apartemen Dijual Di Depok Dengan Cicilan 2,6 Juta Per Bulan

Rumah merupakan hal yang paling dicari dari beberapa orang, apalagi jika pasangan muda pasti akan sangat ingin memiliki rumah sendiri. Akan tetapi, yang selalu menjadi kendala adalah mengenai harga rumah yang cuku tinggi sehingga menyebabkan banyak dari sebagian orang yang tidak mampu untuk membeli rumah sendiri. Padahal, Anda pun tak perlu merasa khawatir lagi karena masih ada beberapa cara untuk mendapatkan hunian dngan harga murah dan juga layak huni seperti halnya membeli apartemen dengan menggunakan cara kredit yang ada di Indonesia.

Apartemen dijual di Depok memiliki banyak unit apartemen dengan harga yang sangat terjangkau dan yang pasti apartemen bisa Anda beli dengan menggunakan cara kredit bahkan ada apartemen yang cicilannya 2,6 juta selama perbulan.

Apartemen murah dengan kredit di Depok

Memang benar adanya jika saat ini banyak sekali apartemen dijual di Depok dengan menggunakan system system kredit. Anda dapat menggunakan system kredit apartemen untuk membeli apartemen dijual murah di seluruh Indonesia, dan system ini adalah memindahkan rumah dari pemilik lama menjadi pemilik yang baru karena dalam hal ini Anda dapat langsung mendatangi pihak bank untuk keperluan over kredit rumah. Namun, ada pula apartemen yang memang tidak memiliki penghuni yang dijual dengan cara kredit.

Keuntungan memiliki apartemen

  • Memiliki keamanan yang ketat
    Semua apartemen akan lebih mengutamakan keamanan untuk selalu menjaga penghuni apartemennya. Seperti halnya apartemen dijual di Depok yang memang memiliki banyak kemanan yang sangat berpengalaman dengan menyediakan kamera cctv yang akan selalu mengawasi semua yang terjadi selama 24 jam yang ada di setiap koridor apartemen, pintu masuk dan di bagian- bagian tertentu lagi. Dengan begitu, keamanan akan bisa mengawasi setiap ada yang mencurigakan.
  • Harga apartemen yang lebih murah
    Kelebihan dari apartemen yang berikutnya adalah apartemen dijual di Depok dengan harga yang murah dan inilah yang membedakan antara harga jual rumah dan juga apartemen. Dan inilah sebabnya banyak yang lebih memilih apartemen. Walaupun memiliki harga murah, apartemen ini memiliki fasilitas yang baik serta kualitas yang bagus pula.
    Kemudian Anda juga dapat langsung menghubungi kami karena kami adalah agen property yang sudah sangat berpangalaman maka Anda pun dapat mempercayakan pencarian apartemen djual di Depok dengan kredit kepada kami.

Demikianlah sekilas info yang bisa diberikan kepada Anda, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Gaya Hidup

Terkuak, Gaya Hidup Boros dan Foya-foya

Henry VIII bukan merupakan Raja Inggris yang dikenal sederhana. Citranya yang terkenal sebagai anggota kerajaan berperut besar, telah membentuk pandangan publik akan Tudor — dinasti yang memerintah Inggris pada tahun 1485-1603.

Sebuah studi terbaru pun menunjukkan gaya hidup boros yang dilakukan Henry VIII. Hanya untuk memuaskan kegemarannya mengonsumsi minuman beralkohol, ia rela menghabiskan biaya hingga 6 juta pound sterling atau sekitar Rp 97 miliar per tahun.

Dikutip dari Daily Mail, Jumat (13/1/2017), kerajaan itu menghabiskan 600.000 galon bir per tahunnya, di mana orang-orang di istana bisa meminum 10 pint bir setiap harinya.

Minuman yang ia suguhkan untuk para tamu dan orang istana, disajikan bersama dengan hidangan daging yang memakan biaya hingga 3,5 juta pound sterling atau sekitar Rp 56,5 miliar per tahunnya

Untuk menjamu tamunya, Henry menyajikan sejumlah daging yang tak biasa, termasuk hidangan seperti daging sapi, domba, babi, dan rusa.

Pengeluaran yang telah disesuaikan dengan perhitungan hari ini, mengerdilkan apa yang dikeluarkan Ratu Elizabeth II untuk menjamu makanan para tamunya, yakni sebesar 1,4 juta pound sterling.

Meski demikian, salah satu pengeluaran terbesarnya adalah perceraiannya dengan Anne of Cleves pada 1540. Sejarawan memperkirakan ia harus membayar 3.000 pound sterling per tahun selama Anna hidup.

Jika diubah dengan perhitungan saat ini, perceraian tersebut berharga 29.630.000 pound sterling atau sekitar Rp 479 miliar.

Henry bukan satu-satunya keluarga kerajaan Inggris yang menikmati belanja kerajaan mewah. Edward I menghabiskan tiga per empat pendapatan tahunannya untuk membangun Kastil Beaumaris di Anglesey, Wales, pada 1290.

Penulis dan sejarawan Guy Walters, menyebut pengeluaran istananya dengan “jumlah gila”. “Ini menempatkan pengeluaran terhadap Istana Buckingham dalam perspektif besar,” ujar Walters.

Di Kastil Kent, sebuah kolam seluas 32 meter persegi dibangun khusus untuk Edwards. Untuk memenuhi pemandian tersebut, dibutuhkan sekitar 10.500 galon air.

William I juga menghabiskan dompet kerajaan untuk membangun dan memperkuat benteng-benteng, menyusul adanya Pertempuran Hastings.

Dalam 20 tahun pemerintahannya, ia membangun 500 istana. Berdasarkan upah minimum Inggris, William ditaksir menghabiskan 115,2 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,8 triliun selama dua dekade hanya untuk membayar pekerja konstruksi.

Seperti pendahulunya, Elizabeth II juga menghabiskan 37 juta pound sterling untuk merestorasi kebakaran Kastil Windsor pada 1992, di mana jumlah tersebut setara dengan 60 juta pound sterling (Rp 970 miliar) pada hari ini.

“Angka-angka ini menunjukkan bahwa keluarga kerajaan sangat senang menghabiskan uang untuk menggemukkan dan membuat diri mereka mabuk,” kata Walters.

“Dalam banyak cara, kehidupan monarki di masa lalu serupa dengan diktator hari ini. Mereka menyukai pembangunan yang menunjukkan kesombongan dan makan serta minum. Mereka sangat suka pamer dan menghabiskan uangnya,” imbuh dia.

Penyelidikan tersebut menandai dirilisnya sebuah serial televisi baru yang disiarkan di saluran Yesterday, Castles: Britain’s Fortified History.

General Manager Yesterday, Adrian Wills mengatakan, program tersebut menawarkan wawasan menarik ke dalam kastil-kastil megah dan tempat mereka dalam budaya Inggris.

“Penonton dapat melacak dampak kastil terhadap sejarah kita, seni dan sastra,” ujar Wills.

 

sumber: http://freeislamtv.com/terkuak-gaya-hidup-boros-dan-foya-foya-raja-inggris/